Masjid sering kali dipersempit maknanya sebatas tempat ibadah ritual. Padahal dalam sejarah Islam, masjid adalah pusat peradaban: tempat lahirnya gagasan, penguatan ekonomi umat, hingga pengambilan keputusan sosial. Spirit inilah yang perlu kembali dihidupkan, khususnya di Ranting Muhammadiyah Pasar Baru Sihepeng.
Memakmurkan masjid tidak cukup diukur dari ramainya shaf salat, tetapi sejauh mana masjid mampu menjawab persoalan umat di sekitarnya. Masjid yang hidup adalah masjid yang hadir dalam problem nyata masyarakat: kemiskinan, minimnya literasi, lemahnya ekonomi warga, hingga krisis keteladanan generasi muda.
Ranting Muhammadiyah Pasar Baru Sihepeng memiliki peluang besar menjadikan masjid sebagai kiblat perubahan dan kemajuan. Masjid harus didorong menjadi pusat gerakan pencerahan, sesuai dengan watak Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan. Pengajian yang solutif, bukan normatif semata. Dakwah yang mencerahkan, bukan menghakimi. Dan tata kelola masjid yang profesional, transparan, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
Inovasi berbasis masjid menjadi keniscayaan. Dari masjid dapat dikembangkan penguatan ekonomi umat melalui koperasi masjid, pengelolaan UMKM warga, serta optimalisasi zakat, infak, dan sedekah melalui Lazismu agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Masjid juga dapat berfungsi sebagai pusat literasi dan pendidikan, ruang tumbuh bagi anak-anak, pemuda, dan kader persyarikatan.
Lebih jauh, masjid Muhammadiyah semestinya menjadi episentrum pembinaan kader dan kepemimpinan lokal. Dari masjid lahir generasi yang beriman, berilmu, dan berdaya saing. Ranting yang kuat bukan dibangun oleh figur semata, tetapi oleh sistem dan kesadaran kolektif warganya.
Menjadikan masjid sebagai pusat kemajuan bukan wacana utopis. Ia membutuhkan keberanian untuk berubah, konsistensi gerakan, serta partisipasi aktif seluruh warga Muhammadiyah. Ketika masjid dimakmurkan dengan gagasan dan aksi nyata, maka ranting akan bergerak maju. Dan dari Pasar Baru Sihepeng, Muhammadiyah dapat kembali menegaskan perannya sebagai pelopor perubahan sosial yang mencerahkan.
Oleh: Ridwan Zulfadli Hasibuan